Musrenbang DistrikAgimuga Usulkan SMA Berasrama
Papua60detik - Distrik Agimuga mengusulkan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) berpola asrama pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik, Senin (16/03/2026).
Plt Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, mengungkapkan selama ini anak-anak yang ingin melanjutkan ke jenjang SMA harus ke kota atau ke Timika. Hal itu juga sebagai salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah di wilayah tersebut. Anak-anak sering pulang ke kampung masing-masing sebelum lulus (putus sekolah).
Anak-anak dari delapan kampung di distrik tersebut harus berangkat ke Timika melanjukan pendidikan. Keadaan di kota juga sangat mengkhawatirkan para orang tua, seperti permasalahan sosial, konflik, kecelakaan, alkohol, bahkan meninggal.
"Rata-rata yang sekolah di Timika kembali ke kampung masing-masing. Bukan hanya dati Agimuga, ada dari Jila, Alama, Hoya. Yang lulus sampai SMA itu bisa dihitung jari. Kalau setiap tahun seperti itu, ya ini sangat disayangkan, nanti akan tertinggal terus," ujar Arianus saat diwawancarai.
Ia menyebut, pembangunan sekolah menjadi salah satu persyaratan untuk menjadi ibu kota. Agimuga memang direncanakan menjadi ibu kota dari calon Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Mimika Timur, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Mimika.
Namun, menurut Arianus sarana prasarana yang ada masih sangat minim dan belum layak, bahkan akses jalan juga sangat terbatas. Pada Musrenbang ini, Distrik meminta untuk dibangunkan jembatan menghubungkan antar kampung dan penghubung antar distrik di wilayah tersebut.
"Agimuga ini kan calon kabupaten, tapi sarana-prasarana dasar saja tidak ada. Tidak ada jalan antar kampung dengan distrik. Makanya kita usul itu ada jembatan dari Agimuga ke Jita, Jita ke Jila atau dari Agimuga ke Jila, dan Alama bisa akses lewat Jila, turun. Kalau sekarang itu hanya lewat pesawat saja," pungkasnya. (Martha)