Nyepi Tahun ini: Satu Bumi, Satu Keluarga
Papua60detik - Umat Hindu menandai pergantian tahun Saka dengan merayakan Nyepi. Pada momen ini, umat menghentikan sementara kesibukan duniawi untuk menenangkan diri, berdoa, dan merenungkan perjalanan hidup.
Di Timika, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Mimika melaksanakan berbagai kegiatan menyambut Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Salah satunya adalah upacara Tawur Agung Kesanga yang dipusatkan di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Jalan Yos Sudarso, Rabu (18/03/2026).
Tawur Agung Kesanga dikenal sebagai ritual suci umat Hindu yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Upacara ini bertujuan menyucikan alam semesta (Bhuana Agung) dan diri manusia (Bhuana Alit), serta menyeimbangkan unsur-unsur alam (Panca Mahabhuta).
Ketua PHDI Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, mengatakan bahwa perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema Wasudewa Kutumbakam yang berarti "satu bumi, satu keluarga". Tema tersebut mengandung makna bahwa seluruh umat manusia adalah satu kesatuan yang harus hidup rukun dan saling menghargai.
Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan konsep tat twam asi, yang mengajarkan bahwa aku adalah kamu dan kamu adalah aku serta selaras dengan semangat Mimika Harmoni yang selama ini digaungkan pemerintah.
"Tema ini mengandung makna bahwa umat Hindu di Mimika berkomitmen untuk hidup dalam harmoni dan persaudaraan. Ini juga sejalan dengan visi misi pemerintah daerah untuk mewujudkan Mimika yang harmonis," ujarnya.
Nyoman menyebut, saat Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan catur brata penyepian, yakni tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), serta tidak menikmati hiburan (amati lelanguan). Hal ini dilakukan sebagai bentuk introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.
Ia menekankan, esensi perayaan Nyepi tidak hanya sebatas ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum refleksi diri untuk meningkatkan kualitas spiritual dan sosial.
"Sangatlah penting menjaga keseimbangan hidup melalui konsep tri hita karana, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Nilai-nilai ini menjadi landasan utama dalam pelaksanaan hari raya Nyepi," tambahnya.
Pada rangkaian perayaan Nyepi tahun ini, umat hindu melaksanakan berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah. Sementara kegiatan tawur agung kesanga diakhiri dengan pawai ogoh-ogoh sebagai simbol penyucian alam semesta dari energi negatif, sekaligus menjadi penutup rangkaian acara menyambut nyepi. (Martha)