Perekonomian Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen di Triwulan II 2026
Aktivitas jual beli cabai dan kebutuhan pokok di Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Aktivitas jual beli cabai dan kebutuhan pokok di Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking

Papua60detik - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat pada triwulan II tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 3,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 (year on year).

Kepala BPS Papua Barat Merry, mengatakan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan mengalami peningkatan dari triwulan II-2025 menjadi Rp13,54 triliun, dan PDRB atas harga berlaku Rp21,11 triliun.

“PDRB atas dasar harga konstan dan atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2026 mengalami peningkatan dibanding triwulan II 2025. Kondisi ini mencerminkan adanya penguatan kinerja perekonomian,” kata Merry di Manokwari, Rabu (5/8/2026) seperti dilansir ANTARA.

Ia menjelaskan, sebagian besar lapangan usaha di Papua Barat mengalami pertumbuhan positif pada triwulan II, terkecuali lapangan usaha jasa pendidikan yang terkontraksi 0,43 persen.

Pertumbuhan tertinggi disumbang oleh tiga lapangan usaha, yaitu akomodasi dan makan minum 10,22 persen, disusul transportasi dan pergudangan 6,80 persen, serta pengadaan listrik dan gas 6,54 persen.

“Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan andil 1,71 persen terhadap PDRB triwulan II,” ujar Merry.

Dari sisi pengeluaran, kata dia, konsumsi pemerintah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar yaitu 2,05 persen dibanding komponen ekspor barang dan jasa, konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto, dan lainnya.

“Konsumsi rumah tangga juga menjadi komponen pengeluaran dengan kinerja pertumbuhan tahunan tertinggi yang mencapai 19,57 persen,” kata Merry.

Selain itu, kata dia, perekonomian Papua Barat secara triwulanan tumbuh 0,12 persen dibanding kinerja triwulan I tahun 2026 dan secara spasial memberikan kontribusi sebesar 11,79 persen terhadap perekonomian di wilayah Maluku dan Papua. (Redaksi)