Pertamina Pastikan Distribusi Minyak Tanah di Jayawijaya Kembali Normal
Armada penyalur minyak tanah. Foto: Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku
Armada penyalur minyak tanah. Foto: Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku

Papua60detik – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan distribusi minyak tanah bersubsidi untuk Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan telah kembali berjalan normal. 

Seluruh alokasi yang sebelumnya mengalami keterlambatan pengangkutan akibat kendala operasional pengangkutan udara, telah tiba di Wamena dan mulai disalurkan ke pangkalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Distribusi alokasi minyak tanah sebelumnya baru tersalur 130 ribu liter, sebesar 70 ribu liter yang mengalami keterlambatan pengangkutan telah berhasil dikirim ke Wamena pada Selasa, dan penyaluran ke pangkalan diprioritaskan mulai Rabu, khususnya di Distrik Wesaput," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan distribusi minyak tanah ke wilayah Jayawijaya mengandalkan angkutan udara dari Jayapura. Keterlambatan distribusi terjadi akibat kendala operasional transportasi udara pada awal hingga pertengahan Juli 2026 yang menyebabkan pengurangan kapasitas kargo minyak tanah yang dapat diangkut menuju Wamena.

Kondisi kendala operasional tersebut menyebabkan sekitar 70 ribu liter minyak tanah dari alokasi sekitar 200 ribu liter belum dapat terangkut sesuai jadwal. 

"Saat ini seluruh alokasi tersebut telah tiba di Wamena dan segera didistribusikan ke pangkalan agar dapat melayani kebutuhan masyarakat," jelas Ispiani.

Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal, Pertamina terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Jayawijaya dalam pemantauan stok serta pengawasan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat koordinasi dengan pihak transportir udara guna meningkatkan keandalan distribusi energi ke wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan logistik tersendiri.

"Kami terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar distribusi energi ke wilayah Papua Pegunungan dapat berlangsung semakin andal dan tepat waktu. Dukungan serta kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat," tutup Ispiani. (Burhan)