Seribu Lilin YLBH Papua Tengah untuk Andrie Yunus: Desakan Keadilan atas Teror Aktivis HAM
YLBH Papua Tengah nyalakan 1.000 lilin di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, Selasa (17/03/2026). Foto: Eka/ Papua60detik
YLBH Papua Tengah nyalakan 1.000 lilin di Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, Selasa (17/03/2026). Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - YLBH Papua Tengah nyalakan 1.000 lilin sebagai desakan pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Aksi dipusatkan Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, Selasa (17/03/2026).

Andrie Yunus dikenal sebagai penggiat Hak Asasi Manusia (HAM). Ia menjabat sebagai Koordinator Bidang Eksternal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Hingga sekarang pelaku penyiraman air keras terhadapnya belum juga ditangkap. 

Ketua YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun menuding aparat lambat mengungkap identitas pelaku. Menurutnya aksi teror itu bagian dari tindakan pembungkaman kebebasan berekspresi dan pelanggaran HAM. 

Ia menilai, sejak pemerintahan prabowo subianto proses demokrasi dan kebebasan berekpresi indonesia mengalami kemunduran.

Katanya, Presiden RI Prabowo Subianto harus bertanggung jawab dengan mengerahkan kekuatan untuk menangkap motif dan menangkap pelaku.

"Kami minta Presiden Republik Indonesia membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap aktor intelektual di baliknya penyiraman air keras terhadap aktivis kontras, karena diduga kuat kasus tersebut tersistem dan terorganisir dengan melibatkan alat negara," tambahnya. 

Yosep mengingatkan, aksi teror seperti ini, tak bakal membuat masyarakat menjadi takut, justru ketika keadilan ditunda dan tidak diungkap maka kemarahan rakyat akan berubah menjadi gelombang perlawanan. (Martha)