Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar, Begini Respon Warga Timika
Papua60detik - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika akan memberlakukan ganjil genap mulai 10 Agustus 2026.
Pemberlakukan sistem ganjil genap ini untuk mengurangi antrean pengisian BBM jenis Biosolar di SPBU. Mekanismenya adalah jadwal pengisian menyesuaikan angka terakhir nomor polisi kendaraan.
Kepala Disperindag Mimika Sabelina Fitriani, menjelaskan, sistem genap ganjil juga sudah ditegaskan melalui Surat Edaran Bupati nomor 62/SE/2026. Untuk jadwal pengisian biosolar kendaraan bermotor berplat ganjil (Senin, Rabu, dan Jumat), genap (Selasa, Kamis, dan Sabtu). Sementara hari Minggu tidak ada pengisian biosolar.
"Kita sosialisasi dulu minggu ini. Penerapannya hari Senin depan," ujar Sabelina, Senin (03/08/2026).
Pengawasan untuk penerapan sistem ini juga akan diperketat. Bagi SPBU yang melanggar akan dikenakan sanksi.
"SPBU yang melanggar 3 kali kita akumulasi dengan pelanggaran sebelumnya, akan ditutup dua minggu dan kuotanya diberikan ke SPBU yg lain," tegas Sabelina.
Masyarakat juga diimbau memastikan QR code sesuai STNK untuk dicocokkan pada saat pengisian BBM di SPBU.
Penerapan ganjil genap juga memicu perhatian para pengendara truk dan pikap sebagai pengguna biosolar. Sebagian dari mereka menyebut kebijakan ini bakal mempengaruhi aktivitas dan pekerjaan sehari hari.
Salah satunya disampaikan Nus, sopir pikap yang setiap hari mengangkut barang ke Pelabuhan Pomako. Dalam sehari, ia bisa bolak-balik hingga lima kali. Berdasarkan pengalamannya, sekali mengisi sekitar 40 liter Biosolar tidak cukup untuk dua hari.
Berbeda dengan kendaraan yang tidak beroperasi ke Pomako. Menurutnya, dengan satu tangki penuh, BBM masih dapat digunakan selama beberapa hari.
"Karena kalau ganjil genap, umpamanya saya isi hari Senin, berarti kan, nanti hari Rabu lagi. Sedangkan saya satu hari bisa lima kali bolak balik Pomako. Kalau bagi saya tidak bisa. Berarti saya tidak bisa antar barang," ucapnya.
Sopir truk lainnya, Willy, mengaku tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut. Ia berharap sistem ganjil genap dapat memperbaiki distribusi Biosolar di SPBU. Selama ini, menurutnya, pelayanan pengisian Biosolar sering kali hanya berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIT karena stok sudah habis.
Sehari-hari, Willy mengangkut batu dan pasir. Sekali mengisi sekitar 60 liter Biosolar, cukup buat tiga hari
"Dengan diterapkan ganjil dan genap itu mudah-mudahan jadi bagus ke depan. Biasanya kami antre dari pagi, jam 11 pelayanan sudah berhenti karena habis," terangnya. (Martha)