Tim Jibom Musnahkan Dua Granat di Kabupaten Jayapura
Papua60detik - Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua bersama TNI AU melaksanakan tindakan disposal atau pemusnahan terhadap dua buah granat jenis nanas tipe 97 yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II.
"Pemusnahan dua granat tersebut berlangsung di lokasi tempat pembuangan sampah Lanud Silas Papare, Kabupaten Jayapura pada Sabtu (27/6/2026)," kata Kasie Humas Polres Jayapura AKP Priyono, Minggu (28/6/20206) seperti dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang
Katanya, berdasarkan hasil pemeriksaan kedua granat tersebut sudah tidak memiliki sistem pengaman sehingga dinilai berisiko apabila dipindahkan. Dengan demikian tim Jibom memutuskan untuk melakukan pemusnahan langsung di lokasi penemuan guna menghindari potensi ledakan yang dapat membahayakan personel maupun masyarakat.
"Sekitar pukul 16.30 WIT, proses disposal berhasil dilaksanakan dengan aman dan terkendali. Setelah itu, tim melanjutkan pembersihan area untuk memastikan lokasi benar-benar aman dari sisa material bahan peledak," katanya lagi.
Dari hasil identifikasi granat yang dimusnahkan merupakan jenis nanas tipe 97 yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II dengan berat sekitar satu kilogram, berdiameter kurang lebih lima sentimeter dan panjang sekitar sepuluh sentimeter.
Dia mengatakan kedua granat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua anggota Yonko 481 Kopasgat saat membuang sampah di area pembuangan sampah Lanud Silas Papare.
"Menyadari benda tersebut diduga merupakan bahan peledak, keduanya segera melaporkan kepada pihak berwenang sehingga dapat segera ditangani oleh Tim Jibom," ujarnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak atau peninggalan perang.
"Apabila menemukan benda serupa, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak Kepolisian atau TNI agar penanganan dapat dilakukan oleh personel yang memiliki keahlian khusus," katanya. (Redaksi)