Timika Masa Peralihan, Hujan Disertai Angin Kencang Sepekan Lagi
Forecaster BMKG Mimika, Steven, foto: Martha/ Papua60detik
Forecaster BMKG Mimika, Steven, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan  penghujung Maret 2026 didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat. 

Forecaster BMKG Mimika, Steven menyebut hujan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, sering kali disertai angin kencang dan petir. Fenomena ini diprediksi masih akan berlangsung setidaknya hingga satu pekan ke depan, hingga awal April. 

Pola cuaca tersebut merupakan bagian dari masa peralihan musim dari angin baratan menuju angin timuran. Suhu panas di pagi hingga siang hari memicu tingginya penguapan. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan awan konvektif yang intens, yang kemudian berkembang menjadi hujan lebat disertai kilat dan guntur pada sore hari.

"Hal ini dikarenakan bulan Maret menjelang April ini hingga nanti Mei Timika sendiri harusnya sudah memasuki musim peralihan dari angin baratan menuju angin timuran. Jadi cuacanya akan seperti ini sampai satu minggu ke depan cenderung sama," ujar Stevan saat diwawancarai, Selasa (24/03/2026). 

Ia menyebut, kondisi cuaca ini tidak terlalu mengganggu aktivitas penerbangan karena hujan lebih sering terjadi pada sore hingga malam hari. Namun, untuk aktivitas di laut perlu hari-hati karena cuaca yang terjadi mempengaruhi tinggi gelombang. 

Prakiraan BMKG untuk wilayah Timika rata-rata gelombangnya bisa sampai 2,5 meter, sehingga rawan juga untuk perahu-perahu yang kecil seperti speedboat. 

"Belakangan ini kan kejadian ada beberapa speedboat yang terbalik juga, jadi diimbau buat masyarakat agar lebih berhati-hati untuk wilayah-wilayah selatan yang menggunakan perahu kecil. Yang mau melaut bisa menanyakan informasi dulu, terkait tinggi gelombang," tambahnya. 

Sementara untuk suhu udara di Timika berkisar antara 24°C pada malam hari hingga maksimum sekitar 34°C pada siang hari. (Martha)