Warga Tembagapura Minta Bandara Dibangun Lebih Dekat ke Pemukiman
Musrenbang Distrik Tembagapura , foto: Martha/ Papua60detik
Musrenbang Distrik Tembagapura , foto: Martha/ Papua60detik

Capt: Musrenbang Distrik Tembagapura , foto: Martha/ Papua60detik


Papua60detik - Distrik Tembagapura Musrenbang dengan menghimpun 108 program usulan dari 13 kampung di wilayah kerjanya, Senin (02/03/2026).

Musrenbang dengan menghimpun 108 program usulan dari 13 kampung di wilayah kerjanya, Senin (02/03/2026). 

Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame menyebut program prioritas utama tetap pada pembangunan jembatan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan dasar, pembangunan bandara, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi. 

"Program-program itu juga sudah diusulkan, ini bukan baru, sudah dari tahun ke tahun. tetapi tetap belum dikabulkan juga. Sebagai masyarakat, kita akan angkat terus, kewenangan tetap berada di OPD masing-masing," ujar Thobias saat diwawancarai. 

Sektor transportas menjadi sorotan utama. Keterbatasan akses transportasi membuat biaya angkut barang sangat mahal. Hal itu berdampak pada kegiatan koperasi yang menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan masyarakat. 

Mobilisasi barang dan material pembangunan juga masih mengandalkan carter helikopter dengan biaya tinggi. Misalnya, pengangkutan barang seberat 450 kilogram dapat mencapai Rp40-50 juta. Satu ton barang berkisar Rp60-90 juta. Bahkan dalam kondisi tertentu, biaya carter bisa mencapai Rp150-200 juta, tergantung kebutuhan dan berat muatan. 

Masyarakat Tembagapura juga mendesak pembangunan lapangan terbang yang lebih dekat dengan permukiman warga. Thobias mengatakan, lapangan terbang yang ada saat ini masih terlalu jauh sehingga menyulitkan akses masyarakat.

"Masyarakat masih kesulitan kalau mau ke bandara. Kita berharap pembangunan lapangan terbang itu bisa menyesuaikan dengan situasi sekitar kampung, sehingga pelayanan semua bisa berjalan," terangnya. 

Selain itu, sektor pendidikan juga masih memprihatinkan. Ia mendorong agar setiap kampung minimal memiliki PAUD dan TK. Demikian juga di sektor kesehatan, masih banyak kampung yang belum memiliki fasilitas kesehatan seperti Pustu,, Posyandu, dan layanan kesehatan dasar. 

"Masih banyak kampung yang belum memiliki fasilitas tersebut  Setidaknya Pustu, Puskesmas, dan Posyandu itu perlu ada, terutama di kampung-kampung yang letaknya jauh dan susah terjangkau," pungkasnya (Martha)