Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Sorong, BWS Buka Pos Air Gratis
Papua60detik - Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat Kementerian Pekerjaan Umum, membuka pos pengambilan air gratis bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Kepala BWS Papua Barat Wempy Nauw, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dan menangani dampak bencana kekeringan yang terjadi pada 2026.
“Kami melakukan pembagian air secara gratis kepada masyarakat di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Papua Barat,” kata Wempy, Kamis (13/8/2026) seperti dilansir ANTARA.
Ia menjelaskan, pendistribusian air secara gratis kepada masyarakat di Kota dan Kabupaten Sorong telah dilakukan secara bergilir selama hampir dua pekan, terutama di sejumlah kompleks yang mengalami penurunan ketersediaan air secara drastis.
Selain distribusi langsung, BWS Papua Barat kini membuka pos pengambilan air gratis di Kilometer 16, tepatnya di sekitar kawasan perkantoran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Barat Daya.
Menurut Wempy, lokasi tersebut memiliki sumur air baku dengan kapasitas tampungan sekitar 18 meter kubik atau 18.000 liter.
Jika, katanya, kondisi cuaca mendukung, tampungan dapat diisi hingga dua kali sehari sehingga mampu menyediakan sekitar 36.000 liter air.
“Ini sudah kami buka sebagai pos untuk umum. Masyarakat umum boleh datang dan mengambil air di sini. Nanti ada petugas kami yang berjaga untuk membuka, menutup dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Wempy menegaskan air tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan rumah tangga, seperti mandi dan mencuci.
BWS Papua Barat tidak memperbolehkan air dari pos tersebut diambil untuk kemudian dijual kembali oleh pelaku usaha atau penjual air bersih.
“Kami tidak mengizinkan air ini diambil untuk dijual atau diisi oleh para pelaku bisnis penjual air bersih. Kami buka khusus untuk masyarakat umum yang membutuhkan air untuk mandi, cuci dan kebutuhan rumah tangga,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa air yang tersedia di lokasi tersebut belum dijamin kualitasnya untuk dikonsumsi sebagai air minum.
"Karena itu, kita merekomendasikan penggunaan air terutama untuk kebutuhan mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga lainnya," jelasnya.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, pos air di Kilometer 16 juga dapat dimanfaatkan untuk pengisian tangki air dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Kalau matahari bagus, pengisian bisa berjalan lancar dan bisa dua kali. Tetapi kalau matahari tertutup awan, pengisiannya menjadi lambat,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat di sekitar Kilometer 13, 14, 15 hingga 16 yang membutuhkan air untuk keperluan rumah tangga agar dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara tertib.
Wempy meminta masyarakat menjaga fasilitas dan tidak membuang-buang air yang telah disediakan secara gratis.
“Kami imbau kalau datang mengambil air, jangan dirusak dan jangan membuat air terbuang. Fasilitas ini kami buka untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya. (Redaksi)