Kenapa Minyak Tanah Masih Jadi Andalan di Dapur Warga Timika?
Papua60detik - Meski penggunaan gas LPG mulai menunjukkan peningkatan, minyak tanah masih menjadi kebutuhan utama di dapur warga Kabupaten Mimika.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla mengatakan, salah satu faktor yang membuat masyarakat belum sepenuhnya beralih ke kompor gas adalah ketersediaan LPG yang didistribusikan Pertamina masih didominasi produk nonsubsidi.
Gas LPG 3 Kg yang merupakan produk bersubsidi hingga kini belum disalurkan ke Mimika. Junaedi mengatakan, distribusi gas LPG 3 Lg harus mendapat persetujuan pemerintah pusat.
"Kalau memang pemerintah daerah melihat masyarakat sudah butuh gas 3 kilo untuk masuk, pemerintah daerah bisa senggol-senggolan (mengusulkan) ke pemerintah pusat juga. Karena ketetapan ini ada di pemerintah pusat," ujar Junaedi saat diwawancarai, Kamis (06/08/2026).
Dengan kondisi tersebut, minyak tanah masih menjadi tumpuan utama dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga di Mimika.
Tapi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat, alokasi minyak tanah untuk Kabupaten Mimika justru mengalami penurunan pada 2026.
Ia mengungkapkan, tahun ini Mimika mendapat alokasi sekitar 9000 Kl minyak tanah setiap bulan. Jumlah tersebut turun sekitar 12 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar 12000 Kl per bulan.
Untuk itu, Pertamina terus berkoordinasi bersama Disperindag dan Pemerintah Kabupaten Mimika terusberkoordinasi mengusulkan penambahan kuota kepada BPH Migas.
"Kalau dilihat secara historis, tentu kita harus perlu penambahan. Itulah yang terus kita lakukan berkoordinasi dengan Pemda untuk bersurat ke pusat untuk meminta penambahan kuota," tambahnya. (Martha)