Barantin Musnahkan 14,5 Ton Daging Ayam di Nabire
Papua60detik - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan 14,5 ton daging ayam di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, setelah dipastikan tidak lagi layak dikonsumsi akibat kerusakan sistem pendingin kontainer selama proses pengangkutan.
Pemusnahan dilakukan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Samabusa Nabire di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Nabire.
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mencegah produk pangan yang telah membusuk beredar di masyarakat sekaligus mengantisipasi risiko penyebaran penyakit hewan.
Ayam itu diangkut KM Tanto Damai yang tiba di Pelabuhan Laut Nabire pada Minggu 2 Agustus. Salah satu muatan yang dibongkar adalah kontainer milik PT Central Grocery Mart (CGM) berisi daging ayam beku asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Anton Panji, menjelaskan komoditas tersebut sebenarnya telah dilengkapi sertifikat karantina dari daerah asal. Namun, saat tiba di Nabire, sistem pendingin (refrigeration unit) pada kontainer mengalami kerusakan sehingga suhu penyimpanan tidak dapat dipertahankan sesuai standar.
Akibat gangguan tersebut, kualitas daging ayam menurun drastis hingga tidak lagi memenuhi persyaratan keamanan pangan dan dinyatakan tidak layak untuk diedarkan.
Petugas karantina juga memastikan daging ayam dalam satu kontainer tersebut telah mengalami penurunan mutu. Saat diperiksa, seluruh produk tidak lagi berada dalam kondisi beku, mengeluarkan bau busuk, dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan karantina untuk produk asal hewan.
"Produk yang telah mengalami kerusakan tidak boleh diedarkan maupun dikonsumsi. Selain membahayakan keamanan pangan, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan," ujar Anton di Nabire, Jumat, (07/08/2026).
Menurut Anton, sertifikat karantina hanya menjamin kondisi komoditas saat diberangkatkan dari daerah asal. Selama proses distribusi, mutu produk tetap harus dijaga melalui sistem rantai dingin (cold chain) yang berfungsi optimal agar keamanan pangan tetap terpelihara hingga tiba di tujuan.
Karena itu, ia mengimbau seluruh pelaku usaha dan penyedia jasa logistik untuk memastikan kontainer berpendingin selalu dalam kondisi baik sebelum digunakan.
"Kami mengajak seluruh pelaku usaha bersama-sama memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan tetap memenuhi persyaratan karantina dan aman dikonsumsi masyarakat," katanya.
Proses pemusnahan disaksikan oleh perwakilan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, TNI Angkatan Laut, pihak ekspedisi, serta pemilik komoditas sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tindakan karantina. (Martha)