Dampak El Nino: Sejumlah Wilayah Papua Kekeringan, Mimika Masih Hujan
Papua60detik - Dampak El Nino mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia. Kekeringan menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air.
Di Papua, kekeringan mulai terjadi di sejumlah daerah, seperti Nabire, Sorong, Puncak Jaya, Merauke, dan Asmat.
Forecaster BMKG Mozes Kilangin Mimika, Dafa, mengatakan Indeks El Nino kali ini masuk kategori sangat kuat. Dampaknya sangat terasa, seperti di pulau Jawa sudah puluhan hari hujan tidak turun.
"El Nino akan sangat kuat utamanya bulan Agustus sampai September ini. Dia kategori intensitasnya meningkat jadi sangat kuat dari sebelumnya di bulan Juli itu sudah kuat, dan akan meningkat lagi yaitu bulan Agustus sampai September ini," ujar Dafa saat diwawancarai, Sabtu (15/08/2026).
Meskipun sejumlah daerah di Papua terdampak, lain hal dengan Kabupaten Mimika. Mimika yang dikenal dengan curah hujan tinggi, hanya mengalami penurunan intensitas dan curah hujan akibat dari El Nino. Hal itu terjadi karena pengaruh topografi membuat faktor lokal dan awan hujan yang kuat.
"Mimika sendiri masih terjadi hujan. Artinya, biasanya secara klimatologisnya itu, puncak hujan tertinggi berada di Juni, Juli, Agustus. Tetapi efek dari El Nino akhirnya berkurang dari hujan yang sangat tinggi menjadi hujan yang sangat rendah," terangnya.
Namun, Dafa mengingatkan masyarakat tetap waspada. Dampak El Nino belum b bisa dipastikan setelah September nanti. Sesuai prediksi BMKG, El Nino akan berlangsung hingga akhir tahun.
"Kita tetap waspada ya. Nanti ketika terjadi hujan itu silakan untuk menampung air karena kita tidak tahu dampak ke depan itu akan jauh lebih parah di bulan September atau nanti menurun," pesannya.
Dafa menambahkan, suhu saat ini masih normal. Namun, karena curah hujan berkurang, beberapa terakhir ini suhu berada di angka 30°C naik dari suhu normal bukan Juni dan Juli yaitu 28-29°C. (Martha)