Herman Tangke Pare Desak Aparat dan Dinas P3AP2KB Ungkap Kasus Pembuangan Bayi
Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Herman Tangke Pare, foto: Martha/Papua60detik
Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Herman Tangke Pare, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Herman Tangke Pare menyoroti perbuatan keji pembuangan bayi di tempat sampah beberapa waktu lalu. 

Ia meminta aparat kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) serius menindaklanjuti kasus itu.

"Kami berharap Dinas P3AP2KB segera turun ke lapangan untuk mencari tahu faktanya. Siapa pihak yang tega membuang anaknya seperti itu? Ini harus didalami. Polisi juga Harau menindaklanjuti secara serius agar ke depan tidak ada lagi kasus seperti ini." ujar Herman saat diwawancarai, Senin (15/06/2026).

Menurutnya, praktik pembuangan bayi bukan kali pertama terjadi di Mimika. Lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan antara lain sungai, tempat sampah, dan saluran air (got).

Herman menilai perlu ada solusi yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Apabila orang tua tidak mampu mengasuh, anak tersebut dapat diberikan untuk diadopsi oleh masyarakat yang bersedia atau memberikannya ke pantai asuhan. 

"Kalau memang tidak berkeinginan mengasuh, jangan dibuang begitu saja. Kasihan anak itu. Lebih baik dirawat atau diadopsi oleh warga yang mau. Ini sudah sering sekali terjadi, mungkin sudah 12 kali lebih," tambahnya. 

Ia menegaskan bahwa kasus seperti ini harus mendapat perhatian serius dari semua pihak, terutama Dinas P3AP2KB yang memiliki tugas dan kewenangan dalam penanganan persoalan perempuan dan anak. Herman juga berharap pemberitaan media dapat menjadi sarana edukasi dan perhatian publik agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Sekali lagi saya minta dinas pemberdayaan perempuan serius menangani soal ini. Dan saya mohon kepada teman-teman media untuk mengekspos agar kejadian ini tidak terus berulang di Mimika," pungkasnya. (Martha)