Jenazah Seorang Perempuan Ditemukan di Kali Kabur
Proses evakuasi jenazah seorang prerempuan yang ditemukan di Kalo Kabur. Foto; Istimewa
Proses evakuasi jenazah seorang prerempuan yang ditemukan di Kalo Kabur. Foto; Istimewa

Papua60detik – Warga pendulang di areal PT Freeport Indonesia digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan di aliran Kali Kabur, Mile 30 Tanggul Barat, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (17/3/2026).

Jenazah ditemukan oleh seorang pendulang bernama Gerardus Kriwelakubun saat beraktivitas di sekitar lokasi sekitar pukul 09.00 WIT, 

Awalnya, saksi melihat sesuatu yang menyerupai rambut manusia tersangkut di aliran sungai. Saat didekati, ia mendapati sesosok tubuh dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di bawah pohon, tepat di percabangan Kali Kabur. Saksi kemudian meminta bantuan rekan-rekannya untuk mengevakuasi korban ke daratan sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban berinisial SB, seorang perempuan yang juga berprofesi sebagai pendulang dan tinggal di wilayah Mimika. Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pada malam sebelum kejadian sempat meninggalkan camp pendulang dengan membawa parang dan senter. Upaya pencarian telah dilakukan sejak malam hari hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kapolsek AKP Djemi Reinhard bersama Kanit Reskrim Ipda Y Tansa Kristiyono dan Tim Inafis Polres Mimika langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi korban. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut.

Dugaan sementara, korban mengalami kecelakaan, terjatuh ke aliran sungai dan hanyut dari kawasan Mile 37 Tanggul Timur hingga akhirnya ditemukan di Mile 30 Tanggul Barat.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk visum jenazah guna memastikan penyebab pasti kematian.

Polres Mimika mengimbau masyarakat, khususnya para pendulang yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal-hal mencurigakan. (Eka)