Kodam Selidiki Perampasan Senjata Saat Serangan Pos PT KEL di Nabire
Papua60detik – Kodam XVII/Cenderawasih masih menyelidiki insiden penyerangan dan pembakaran pos keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL) yang terjadi di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, menyebut bangunan yang dibakar bukan pos TNI, melainkan pos keamanan perusahaan yang kerap disebut masyarakat sebagai 'pos palang' karena berada di luar area utama PT KEL.
Baca Juga: Alex Omaleng Tutup Usia
Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Serda Hamdani, anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih yang sedang melaksanakan tugas monitoring wilayah di Nabire, serta seorang karyawan PT KEL, Aksay Sandika Moho. Keduanya menjadi korban dalam aksi yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang disebut sebagai bagian dari OPM.
Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
Jenazah Serda Hamdani telah diidentifikasi dan dipulangkan ke kampung halamannya di Maros, Sulawesi Selatan, pada 23 Februari 2026 untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara itu, jenazah korban sipil juga telah dikenali oleh keluarga berdasarkan tanda khusus pada bagian mulut.
Terkait kabar senjata yang dirampas dalam insiden tersebut, Kapendam menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Kondisi lokasi yang hangus terbakar menyulitkan proses identifikasi sehingga diperlukan investigasi lebih lanjut.
“Saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut,” jelasnya.
Pasca kejadian, aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan di sejumlah titik rawan di wilayah Nabire dan sekitarnya, sekaligus melakukan pengejaran terhadap para pelaku guna menjaga stabilitas keamanan. (Eka)