Lanud Yohanis Kapiyau Gandeng PT Freeport Tanam 2.500 Mangrov di Muara Sungai Ajikwa
Lanud Yohanis Kapiyau Timika menggandeng PT Freeport Indonesia dan siswa Saka Dirgantara menanam mangrove di muara Sungai Ajikwa, Kabupaten Mimika, Selasa (4/3/2023). Foto: Joe Situmorang/ Papua60detik
Lanud Yohanis Kapiyau Timika menggandeng PT Freeport Indonesia dan siswa Saka Dirgantara menanam mangrove di muara Sungai Ajikwa, Kabupaten Mimika, Selasa (4/3/2023). Foto: Joe Situmorang/ Papua60detik

Papua60Detik - Lanud Yohanis Kapiyau Timika menggandeng PT Freeport Indonesia (PTFI) menanam sedikitnya 2.500 bibit mangrove di muara Sungai Ajikwa, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (4/3/2023).

Komandan Lanud Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Slamet Suhartono mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya dalam memperbaiki ekosistem seperti amanat Panglima TNI. 

“Kegiatan ini tujuannya sangat mulia yaitu untuk membantu masyarakat terutama yang tinggal di daerah pesisir karena mereka mendapatkan dampak langsung ketika terjadi abrasi laut,” kata Slamet.

Danlanud berharap dengan dilakukannya penanaman mangrove, ekosistem di wilayah pesisir akan menjadi lebih baik dan bisa menunjang ekonomi masyarakat sekitar.

Ia mengapresiasi PTFI lewat Divisi Enviromental yang telah gencar melakukan kegiatan-kegiatan guna membantu perekonomian masyarakat di segala lini, salah satunya melalui program penanaman mangrove yang rutin dilakukan.

“Kita juga apresiasi sangat luar biasa sama PT Freeport yang dengan program-programnya membantu masyarakat diwilayah pesisir,” ujar Danlanud.

Untuk mendukung kegiatan ini, Danlanud mengatakan pihaknya ikut melibatkan para siswa yang tergabung dalam Saka Dirgantara.

“Kita sengaja melibatkan mereka sebagai generasi muda dengan harapan nantinya bisa memberikan ide-ide cemerlang untuk membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi yang lebih baik,” harapnya.

Di kesempatan yang sama, Manager Enviromental PTFI, Pratita Puradyatmika turut mengapresiasi langkah-langkah Lanud Yohanis Kapiyau Timika dalam upaya ikut mengimplementasikan program PTFI dalam melakukan penanaman mangrove.

“PT Freeport Indonesia memiliki program reklamasi mangrove di muara sungai ajikwa dimana terjadi sedimentasi tailing. Jadi program ini kita sinergikan dan jadi momen yang baik juga dengan melibatkan tidak hanya masyarakat tapi juga pihan TNI,” ungkapnya.

Superintendent Enviromental Monitoring Coastal PTFI, Tumpal Sinaga menambahkan, muara Sungai Ajikwa merupakan wilayah terdampak oleh aktivitas pertambangan PT. Freeport sehingga pihaknya berkontribusi untuk melakukan upaya-upaya dengan melakukan penanaman mangrove.

“Setiap tahun setidaknya sekitar 20 hektar kita tanam mangrove dan kita laporkan ke pemerintah sebagai bagian dari kewajiban kita terhadap pemulihan kembali lahan-lahan yang ada disekitar pertambangan PT Freeport,” jelasnya. (Joe Situmorang)