Melihat Dari Dekat Asrama YPPK Salus Populi Setelah 12 Tahun Berdiri
Proses belajar di SD Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Salus Populi. Foto: Martha/Papua60detik
Proses belajar di SD Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Salus Populi. Foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Di sektor pendidikan, YPMAK tak hanya punya SATP. YPMAK juga mendukung beberapa sekolah, khususnya yang berpola asrama. Salah satunya, SD YPPK Seminari Santo Yohanes Pembaptis di Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, SP3 Timika.

Dukungan YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah dimulai sejak berdirinya sekolah dan asrama Salus Populi, 2014 silam. SD YPPK Seminari Santo Yohanes Pembaptis saat ini memiliki sekitar 300 siswa tingkat SD. 140 siswa tinggal di asrama sementara 160 di luar asrama karena berasal dari wilayah kota. 

Rektor Persekolahan Asrama Salus Populi, Romo Polikarpus Gunawan Setyadi SCJ mengatakan secara fasilitas, kondisi asrama saat ini dapat dikatakan cukup, tetapi memungkinkan dikembangkan. Menurutnya, mengeluhkan segala keterbatasan bukan sikap adil. Di Timika, banyak sekolah menghadapi keterbatasan serupa.

Soal uang sekolah misalanya, tak semua orang tua memiliki kemampuan ekonomi memadai. Menunggak pembayaran bisa sampai bertahun-tahun.

Sekolah juga terbatas membayar upah 27 guru yang mengajar  Hingga sekarang upah mereka masih di bawah UMR. 

"Yang jelas kami terima semua ini dengan penuh syukur. Mau dicari yang lebih baik, apakah itu cukup dengan dikasih uang tambah banyak lagi? Tidak, itu tidak cukup hanya soal uang, ini harus keterlibatan setiap orang dengan jujur mau memberikan dirinya. Karena terus terang situasi Papua macam ini tidak butuh hanya dengan uang, tetapi lebih dari itu, butuh hati, butuh cinta," ujar Romo Gunawan saat diwawancarai, Kamis, (26/02/2026).

Kepala SD YPPK Seminari Salus Populi, Suster Silvina meskipun kurikulum yang digunakan sama dengan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan, sekolah tetap mengedepankan pendidikan karakter dan spritual.

"Harapan kami saat ini, adalah pemeliharaan gedung karena sudah 12 tahun, tentu banyak yang harus diperbaiki. Kami juga berharap agar sering ada kunjungan-kunjungan ke asrama. Terima kasih kepada YPMAK yang terus membantu kami," ujarnya 

Yulince Yolemal, siswa kelas 3B, mengatakan siswa yang tinggal di asrama hanya bisa pulang ke rumah ketika libur saja. Ia mengaku senang tingga di asrama. (Martha)