Proyek Masa Depan, Pemkab Nduga Kirim Dokter Ikut Pendidikan Spesialis di UGM
Plt Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Setda Nduga, Innah Gwijangge dan Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, dr Nataniel Imanuel Jadi menghadiri pertemuan koordinatif dengan FKKMK UGM. Foto: Dokumentasi pribadi
Plt Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Setda Nduga, Innah Gwijangge dan Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, dr Nataniel Imanuel Jadi menghadiri pertemuan koordinatif dengan FKKMK UGM. Foto: Dokumentasi pribadi

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Nduga bakal mengirim sejumlah dokter umum untuk mengikuti program pra pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Program tersebut merupakan implementasi visi dan misi misi kepemimpinan Dinar Kelnea yang dilanjutkan Yoas Beon sebagai Bupati Nduga guna mewujudkan pelayanan lebih baik, khususnya di bidang kesehatan.

Program tersebut dipastikan berjalan usai Plt Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Setda Nduga, Innah Gwijangge dan Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, dr Nataniel Imanuel bertemu dengan jajaran pimpinan FKKMK UGM pada Jumat (29/5/2025).

"Pada prinsipnya dari Fakultas Kedokteran UGM sangat menyambut baik program pra pendidikan dokter spesialis ini. Pada dasarnya semua dosen welcome. Rencana MoU di Bulan Juni tahun ini," kata Innah dalam keterangan tertulis.

Usai MoU, program tersebut bakal dimulai dengan tahapan seleksi peserta. Adapun peserta wajib mengikuti beberapa tes antara lain tes potensi akademik, psikotes hingga toefl.

Pemkab Nduga bakal menanggung biaya matrikulasi. Sementara pada pembiayaan lainnya, Pemkab Nduga berharap mendapat dukungan pembiayaan dari Kemenkes RI.

Kebijakan ini dinilai strategis meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mengingat minimnya tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis di Kabupaten Nduga.

"Kami percaya bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan adalah investasi jangka panjang yang akan membawa perubahan besar bagi masyarakat Nduga," katanya 

Innah menyampaikan apresiasi ke civitas akademika FKKMK UGM yang menunjukkan perhatian dan dukungan nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan Kabupaten Nduga.

Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, dr Nataniel Imanuel Jadi menambahkan, program ini merupakan visi Bupati Nduga, Yoas Beon dalam membangun masa depan pelayanan kesehatan Nduga

"Kalau boleh saya sebut beliau sedang membangun jembatan masa depan kesehatan Kabupaten Nduga," katanya.

Kebutuhan dokter spesialis di Nduga memang mendesak. Bayangkan, Nduga menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan yang belum punya dokter spesialis.

Sebagai langkah jangka pendek, RSUD Elvrida SARA bekerja sama dengan Kemenkes. Tahun ini Kemenkes akan mengirimkan dua dokter spesialis, penyakit dalam dan kandungan.

Tapi bagi dr Nataniel, program pra pendidikan dokter spesialis anak-anak asli Nduga di FKKMK UGM merupakan proyek strategis untuk masa depan pelayanan kesehatan Kabupaten Nduga.

Di masa depan katanya, Kabupaten Nduga tak lagi perlu menunggu orang luar datang karena sudah memiliki dokter asli Nduga yang bisa melayani masyarakatnya sendiri.

Pada program kerja sama dengan FKKMK UGM, Pemkab Nduga tahun ini akan mengirim lima orang dokter anak asli Nduga untuk melanjutkan study spesialis bedah, kandungan, penyakit dalam dan anestesi dan patologi klinik. Tahun berikutnya, akan dikirim lagi dua dokter umum melanjutkan study spesialis anak dan radiologi.

"Ini visi bupati. Beliau mempersiapkan anak asli Nduga bisa sekolah spesialis. Saya punya mimpi, ke depan RSUD Elvrida SARA itu dokter umum dan spesialisnya anak asli Nduga, tenaga kesehatan lain anak asli Nduga. Bahkan direktur rumah sakit juga orang asli Nduga. Kami merasa bangga jadi bagian dalam mempersiapkan jembatan masa depan ini," pungkasnya. (Burhan)