Melihat Umat Islam Timka Lebaran Idul Adha di Masa Pendemi Covid-19
Papua60detik - Meski Kota Timika diguyur hujan, Umat Islam Timika tetap ramai mendatangi Masjid Agung Babussalam melaksanakan Salat Idul Adha di Jumat (31/07/2020) pagi.
Masa pandemi covid-19 membuat suasana lebaran Idul Adha tahun ini jauh berbeda. DKM Babussalam mengikuti anjuran pemerintah, menggelar salat berjamaah tapi dengan protokol kesehatan.
Di pintu gerbang, empat petugas masjid berdiri dengan thermogun di tangan mengecek suhu tubuh setiap jamaah.
Sebagian besar jamaah pun sudah menggunakan masker sebagaimana aturan protokol kesehatan. Bahkan beberapa memakai face shield.
Di dalam masjid, DKM Babussalam telah memberi tanda garis hitam sebagai penunjuk penjarakan fisik saat salat berjamaah. Jarak setiap jamaah kisaran 50 centimeter.
Tapi jamaah salat Idul Adha yang membludak membuat protokol penjarakan fisik di dalam masjid tak bisa optimal. Ruang di antara tanda garis hitam pun terpaksa diisi jamaah karena terbatasnya daya tampung masjid.
"Cuma hari ini jamaah membludak dan semua ingin mendapat tempat dan memang tadi jamaah agak rapat. Tadi kami memang sampaikan tidak mungkin diminta pulang yang penting maskernya jangan dilepas," kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Babussalam, H Akhir Iribaram.
Biasanya pada salat id, halaman Masjid Babussalam pun dimanfaatkan jamaah. Karena hujan yang terus turun pagi itu, tak mungkin memanfaatkan halaman masjid. Jamaah tak punya pilihan, terpaksa berdesakan mengisi ruang kosong di dalam masjid.
Dari saf depan, pengurus DKM Babussalam berkali-kali menyeru jamaah tak melepaskan masker ketika berada di dalam masjid.
"Yang terpenting adalah jangan sampai lepaskan masker. Artinya itu yang jadi pokok utama, selalu mencuci tangan dan menjaga kesehatan. Itu yang utama," kata Iribaram.
Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika tak satupun yang datang memantau pelaksanaan Salat Idul Adha hari itu. Padahal dengan jumlah jamaah paling banyak, bisa dipastikan kerumunan bakal tak terhindarkan di Masjid Babussalam. Apalagi di dalam data Tim Gugus Tugas, Distrik Mimika Baru masih berstatus zona merah penularan covid-19.
"Kami juga tidak tahu kenapa mereka tidak hadir, mungkin mereka juga percayakan kepada kami jamaah begitu," ujarnya.
Tapi bagiamana pun, bagi Iribaram, bisa melaksanakan salat Idul Adha berjamaah di masjid patut disyukuri. Mengingat, Salat Idul Fitri lalu hanya bisa dilakukan di rumah masing-masing jamaah.
"Kita menjaga semuanya. Apa yang disampaikan pemerintah kita patuh, kita taat," katanya.
Seorang jamaah, Ibnu Hamid punya perasaan sama. Baginya, sebuah kebahagiaan bisa melaksanakan salat Idul Adha berjamaah di masjid pada masa pandemi covid-19.
"Sangat senang, sangat terharu. Kita rindu untuk melaksanakan solat id bersama, melaksanakan lebaran bersama,” katanya.
H Nur Alam bertindak sebagai imam salat Idul Adha di Masjid Agung Babussalam. Sementara selaku khatib adalah Muhammad Tahir. (Salmawati Bakri)