Papua Selatan Fokus Kembangkan Tiga Pilar Utama Pertanian: Produksi, Distribusi, dan Pasar
Papua60detik — Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus memperkuat upaya pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa strategi pembangunan pertanian difokuskan pada tiga pilar utama yakni produksi, distribusi, dan pasar.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Apolo saat menghadiri peluncuran serentak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara daring di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Senin (21/7/2025).
Menurut Gubernur, Distrik Kurik merupakan salah satu wilayah strategis pengembangan pertanian di Papua Selatan. Fokus pembangunan difokuskan pada kegiatan seperti pencetakan sawah baru, penyediaan bibit unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian.
"Pemerintah provinsi dan kabupaten terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan dukungan terhadap sektor produksi pertanian terus ditingkatkan," ujar Gubernur Apolo.
Di sektor distribusi, Pemprov Papua Selatan tengah menggenjot pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.
Terkait akses jalan sebagai jalur mobilisasi hasil panen, Apolo menyebut bahwa sejumlah ruas jalan utama bakal ditargetkan selesai pengerjaan akhir tahun 2025.
Pembangunan jalan yang dimaksud adalah Ruas jalan dari Jembatan Tujuh Wali-Wali ke Lampu Merah Sidomulyo, Kuprik, Ruas Kuprik – Tugu Benni Moerdani, Ruas Simpang Tiga Tanah Miring – Jembatan Netto (±26 km)
"Target kami, seluruh pekerjaan tersebut dapat rampung pada Desember 2025,” ungkap Gubernur.
Pemprov juga melanjutkan pembangunan jalan strategis dari Pertigaan Salor – Gustavira yang telah dimulai tahun 2024, dan kini dilanjutkan hingga Kurik.
Pekerjaan akan berlanjut ke Kumbe pada 2026 dan ke Bian pada 2027, sekaligus dengan pembangunan pelabuhan di Kali Bian untuk mendukung distribusi hasil pertanian melalui jalur air.
Jembatan Bian di Tamulik juga dijadwalkan diresmikan akhir Agustus 2025 dan akan segera difungsikan untuk mempercepat akses distribusi pertanian di wilayah tersebut.
Tidak hanya akses jalan, pemerintah juga berupaya memperluas dan memperkuat sektor pasar sebagai ujung dari rantai pertanian. Akses bagi petani, nelayan, dan pelaku produksi lainnya ke pasar lokal dan domestik terus diperluas melalui penyediaan fasilitas penjualan dan kemitraan distribusi.
"Kami ingin memastikan hasil produksi pertanian Papua Selatan bisa terserap optimal. Itu sebabnya sektor pasar terus kami dorong, agar petani tak hanya bisa menanam, tapi juga menjual hasil panennya dengan baik," jelas Gubernur.
Gubernur Apolo juga mendorong peran koperasi sebagai mitra strategis dalam seluruh rantai pertanian, dari hulu hingga hilir. Ia berharap KDMP dapat menjadi penggerak pertanian berbasis komunitas yang berkelanjutan dan profesional. (Jamal)