Pencurian Pipa dan Meteran Ganggu Layanan Air Bersih di Timika
Kadis PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi. Foto: Joe Situmorang/Papua60Detik
Kadis PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi. Foto: Joe Situmorang/Papua60Detik

Papua60Detik – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengungkapkan, layanan air bersih di Kota Timika sering terganggu akibat pencurian pipa dan meteran yang dilakukan oleh oknum warga yang tidak bertanggungjawab.

"Banyak pipa yang dipotong dan meterannya rusak. Meteran itu kan ada bahan kuningannya, itu yang diambil untuk dijual,” ungkap Yoga saat ditemui di Kantor DPRK Mimika, Kamis (26/2/2026).

Yoga mengatakan, aksi pencurian ini diketahui setelah pihaknya menerima aduan terkait kerusakan yang terjadi secara berulang. Hal ini jadi penghambat pelayanan air bersih untuk warga karena tekanan pada saluran air jadi berkurang saat terjadi kerusakan.

“Hal ini yang membuat air mengalir terus dan bak penampungan cepat kering, pas dicek ternyata ada bocor, diperbaiki rusak lagi, begitu terus. Titik-titik yang sering alami kerusakan itu di SP 2 dan Koperapoka,” ujar Yoga.

Yoga mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres Mimika terkait hal ini dimana Polres menyarankan agar lembaga yang mengelola untuk membuat laporan agar pelakunya dapat ditangkap.

“Kita sudah diskusikan hal ini dengan teman-teman di Polres. Kalau bisa penadahnya juga diambil, karena kalau tidak ada penadah kan tidak mungkin mereka mau jual barang ini,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, menyayangkan adanya pengrusakan fasilitas publik dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat Distrik hingga RT/RW, untuk memiliki kesadaran menjaga sarana yang telah dibangun pemerintah.

"Pemerintah membangun fasilitas itu untuk kebutuhan masyarakat. Jadi wajib kita jaga. Jangan sampai pemerintah terus-menerus menganggarkan hal yang sama karena barangnya hilang atau dirusak. Itu buang-buang anggaran," tegas Elinus. (Joe Situmorang)