Perahu Berpenumpang Lima Orang Hilang, Dirpolairud Papua Tengah Kerahkan Tim Pencarian
Ditpolairud Polda Papua Tengah bergerak melakukan pencarian terhadap sebuah perahu motor yang dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dari Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui) menuju Kabupaten Waropen. Foto : Humas Polda Papua Tengah
Ditpolairud Polda Papua Tengah bergerak melakukan pencarian terhadap sebuah perahu motor yang dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dari Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui) menuju Kabupaten Waropen. Foto : Humas Polda Papua Tengah

Papua60detik – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua Tengah ikut mengerahkan tim melakukan pencarian terhadap sebuah perahu motor yang dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dari Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui) menuju Kabupaten Waropen, Provinsi Papua.

Perahu motor berwarna putih yang menggunakan dua mesin masing-masing berkekuatan 15 PK tersebut bertolak dari Serui pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Perahu itu membawa lima orang, terdiri dari satu motoris dan empat penumpang.

Kelima orang tersebut yakni Amsal Yowei selaku motoris, Malfin Yowei sebagai masyarakat, serta tiga anggota Polres Waropen, masing-masing Bripda Lamek Abon, Bripda Farel Raunsai dan Bripda Melfin Maniani.

“Ini hari ketiga kita ikut melakukan pencarian. Personel terus bergerak menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya perahu. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat pesisir untuk mendapatkan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu menemukan lima orang yang berada di dalam perahu,” kata Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Papua Tengah Kombes Pol. Mas Anton Widyodigdo, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi perahu pertama kali diketahui setelah salah satu penumpang, Bripda Lamek Abon, menyampaikan informasi melalui grup komunikasi bahwa rombongan mengalami kondisi hanyut di tengah laut.

“Berdasarkan informasi terakhir yang diterima tim, perahu tersebut diduga hanyut ke arah barat menuju perairan wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah,” jelasnya. 

Pencarian Diperluas

Pada hari pertama, tim melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan, di antaranya Mor, Mambor dan Wapoga. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Tim memperluas wilayah penyisiran bersama unsur SAR menuju perairan Nabire Timur.

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan laut sekaligus menyusuri sejumlah pesisir pantai yang diperkirakan menjadi lokasi yang memungkinkan perahu terbawa arus.

Beberapa sektor yang menjadi sasaran pencarian meliputi Sektor A di sekitar perairan Kampung Napan, Distrik Napan; Sektor B di sekitar perairan Pulau Moor, Distrik Kepulauan Mora; serta Sektor C di sekitar Pulau Babi, Distrik Kepulauan Mora.

Tim kemudian melanjutkan penyisiran menuju wilayah Wapoga. Dari wilayah tersebut, personel bergerak menuju Kampung Hariti, Mambor dan sejumlah pulau di sekitarnya guna memperluas sektor pencarian.

“Personel Ditpolairud juga terus berkoordinasi dengan masyarakat di wilayah pesisir. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah pencarian, terutama dengan mempertimbangkan kondisi arus, angin dan karakteristik perairan,” jelasnya. 

Upaya pencarian tidak berlangsung mudah. Tim menghadapi kendala berupa kabut asap dan udara kabur sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di laut sangat terbatas, yakni hanya sekitar 300 meter. Situasi ini menyulitkan personel melakukan penyisiran secara visual sekaligus meningkatkan risiko keselamatan dalam pelayaran.

“Dengan kondisi jarak pandang yang sangat terbatas, pencarian pada hari kedua akhirnya dihentikan sementara sekitar pukul 17.45 WIT dengan tetap mempertimbangkan keselamatan personel,” tuturnya. 

Mas Anton menegaskan, pencarian akan terus dilakukan dengan tetap berkoordinasi dengan unsur terkait dengan memperhatikan perkembangan informasi di lapangan. 

“Kami berharap ada informasi dari masyarakat maupun pihak lain yang melihat keberadaan perahu tersebut. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan lima orang yang berada di dalam perahu dan upaya menemukan mereka secepat mungkin,” tegasnya. (Elia Douw)