PT Freeport Target Tanam Magrove 5 Ribu Hektar di Pesisir Mimika Tahun ini
Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) pasang target menanam mangrove pada lahan endapan tailing seluas 5 ribu hektar di pesisir Kabupaten Mimika tahun ini.
VP Environmental PTFI, Gesang Setyadi menjelaskan, pada program ini PTFI bekerja sama dengan masyarakat membuat struktur bambu yang akan mempercepat proses pengendapan tailing.
"Sehingga mempercepat pengendapan pulau-pulau baru di sana dan pulau-pulau baru itu akan kita tanami dengan mangrove," jelasnya, Rabu (15/3/2023).
PTFI sendiri telah memulai menanam mangrove di endapan tailing sejak 2005 silam. Hingga tahun 2022, sudah 550 ribu hektar yang ditanami mangrove.
Dengan rata-rata tiga sampai lima tahun proses alami menjadi hutan mangrove muda, kini sudah 1100 hektar hutan mangrove yang terbentuk.
"Kalau tercapai target tahun ini, total 1600 hektar hutan mangrove baru yang terbentuk," kata Gesang.
Berdasarkan kajian PTFI, ekosistem pada hutan mangrove terdampak tailing dengan yang tidak terdampak tak begitu jauh berbeda.
Secara ekosistem, hutan mangrove di endapan tailing, kata Gesang masih berfungsi sama dengan ekosistem lain.
"Populasi kepiting di daerah yang tidak terdampak dan terdampak tailing tidak berbeda jauh. Ikan juga begitu. Cuma, ikan yang ada di Muara Aikwa ini lebih banyak ikan yang tahan dengan sedimentasi dan kekeruhan. Contoh ikan sembilan, ikan predator lain juga banyak," katanya.
Pilihan menanam mangrove atas pertimbangan sedimentasi tinggi di wilayah Selatan Papua. Dengan sedimentasi tinggi, Selatan Papua memilki hutan mangrove seluas 1,1 juta hektar, salah satu yang terluas di dunia.
"Mangrove ini kan sebagai blue karbon ya, bisa menyerap karbon mengurangi pemanasan global. Manfaatnya banyak," kata Gesang. (Burhan)