Puncak Kemeriahan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Freeport Tegaskan Komitmen Lestarikan Lingkungan
Manajemen PT Freeport Indonesia bersama Pemkab Mimika pada puncak kemeriahan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman gedung ENY, Jumat (16/6/2023). Foto: Faris/ Papua60detik
Manajemen PT Freeport Indonesia bersama Pemkab Mimika pada puncak kemeriahan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman gedung ENY, Jumat (16/6/2023). Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar berbagai kegiatan pada puncak kemeriahan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (16/6/2023).

PTFI menghadirkan pameran kreasi sampah plastik, memamerkan keunikan setiap divisi, lomba antar siswa, pemilihan putri lingkungan hidup dan kegiatan lainnya. 

Kemeriahan ini akan berlangsung selama tiga hari, sampai Minggu (18/6/2023).

Direktur EVP Social Responsibility & Community Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma dalam  sambutannya menegaskan komitmen PTFI mendukung keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Komitmen itu sudah dilaksanakan dalam beberapa dekade terakhir.

Claus pun memastikan operasi tambang PTFI ramah terhadap lingkungan

"Kita punya isu terkait dengan pemanasan global yang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ada banyak sekali upaya yang dilakukan untuk mengurangi emisi gas yang kita punya komitmen untuk di tahun 2030. Yang paling signifikan kita sedang berproses untuk mengkonversi sumber energi kita dari batubara menjadi gas dan proses ini terus berjalan. Kita harapkan dalam waktu yang tidak lama lagi, dua tahun dari sekarang kita sudah bisa punya energi yang lebih bersih," katanya.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengangkat tema, 'Beat Plastic Pollution'. Terkait tema ini,  PTFI saat ini sudah tidak lagi mengunakan air kemasan plastik. Padahal sebelumnya, PTFI membeli jutaan air kemasan palstik untuk kebutuhan perusahaan.

"Karyawan tidak lagi minum air botol (kemasan) tetapi bawa tumblr,  kita bisa isi ulang, tidak membeli atau tidak mempergunakan air kemasan," kata Claus.

Pada upaya perlindungan satwa, PTFI telah melepasliarkan puluhan ribu satwa endemik Papua. Tiga hari ke depan, PTFI bakal kembali melepasliarkan 6.177 ekor satwa endemik Papua yang dibawa dari luar Timika seperti dari Kalimantan Tengah, dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali dan dari daerah lainnya.

"Jadi hewan-hewan ini oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dibawa ke Kalimantan Tengah, ke Jakarta. Kami membawa mereka kembali ke alam di Timika dan ini harus kita lakukan," katanya. 

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika Asisten III Setda Mimika Hendritte Tandiyono mengapresiasi PTFI yang telah berkontribusi dan melestarikan lingkungan hidup.

"Pameran hari ini sangat luar biasa, baru kali ini saya liat pameran di Timika dari dulu sampai sekarang saya baru liat seperti ini," katanya.

Masih pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebelumnya PTFI telah melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik dan penanaman pohon di ibu kota Papua Tengah, Nabire dan memberikan bantuan 500 tempat sampah. Di Timika, PTFI berhasil mengangkat setengah ton sampah dari pesisir Mimika pada aksi clean up coastal. (Faris)