Satgas Damai Cartenz Tangkap Ferly Wesabla, Narapidana Kabur Lapas Wamena
Papua60detik - Tim Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap Ferly Wesabla, seorang narapidana yang sebelumnya melarikan diri dari Lapas Klas IIB Wamena.
Ferly ditangkap di Kompleks Perumahan Ekselon II, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 17.50 WIT. lPenangkapan dilakukan setelah aparat menerima informasi terkait keberadaannya di wilayah tersebut.
Baca Juga: Seribu Lilin YLBH Papua Tengah untuk Andrie Yunus: Desakan Keadilan atas Teror Aktivis HAM
Berdasarkan hasil penyelidikan, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz Sektor Yahukimo kemudian melakukan pemantauan terhadap pergerakan pelaku. Saat itu, Ferly diketahui mengendarai sepeda motor menuju rumah keluarganya di kawasan Ekselon II.
Ketika hendak ditangkap, Ferly sempat berupaya melarikan diri dan bersembunyi di semak-semak di sekitar lokasi. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan setelah aparat melakukan pengejaran dan akhirnya menangkapnya tanpa perlawanan berarti.
Ferly Wesabla merupakan salah satu dari tujuh narapidana yang kabur dari Lapas Klas IIB Wamena pada Selasa, 25 Februari 2025. Ia melarikan diri bersama enam narapidana lainnya, yakni Penias Heluka alias Kopi Tua, Nelis Helika bin Hendrik Heluka, Rio Elopere bin Jani Elopere, Ariel Sonyap alias Simon Sonyap, Segius Asso, dan Welinton Kogoya alias Ula.
Dari para pelarian tersebut, Welinton Kogoya diketahui telah lebih dahulu ditangkap petugas di sekitar area lapas saat peristiwa pelarian terjadi.
Selain berstatus narapidana, Ferly juga diketahui berdasarkan data kepolisian tergabung dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Yalennang.
Ferly merupakan terpidana dalam kasus pembunuhan terhadap anggota Polres Yahukimo, Bripda Oktovianus Buara, yang terjadi pada tahun 2024 dan telah divonis bersalah oleh pengadilan.
Dalam penangkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berada dalam penguasaan pelaku, di antaranya satu unit sepeda motor jenis Mio 125 tanpa nomor polisi, satu headset merek Robot warna hitam, charger handphone, tas noken, korek api gas warna kuning, serta satu buah noken kecil. Seluruh barang bukti kini diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang terus dilakukan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo.
“Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran Polres Yahukimo terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum secara intensif terhadap berbagai kasus kriminal dan gangguan keamanan di wilayah Yahukimo. Keberhasilan penangkapan ini menunjukkan bahwa aparat keamanan akan terus mengejar para pelaku kejahatan yang berupaya menghindari proses hukum,” ujarnya kepada awak media, Selasa (17/3).
Ia menambahkan, saat ini Ferly telah diamankan di Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Aparat juga tengah berkoordinasi dengan pihak Lapas Klas IIB Wamena terkait mekanisme penyerahan kembali narapidana tersebut.
“Kami juga berharap pihak lembaga pemasyarakatan dapat terus meningkatkan sistem pengawasan dan pengamanan terhadap para narapidana agar kejadian pelarian dapat diminimalisir dan proses pembinaan berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan wujud komitmen aparat dalam menegakkan hukum serta memastikan para pelaku tindak pidana mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan dalam melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap keberadaan pelaku yang sebelumnya melarikan diri dari Lapas Wamena. Kami menegaskan bahwa setiap pelaku kejahatan akan tetap kami kejar dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga situasi keamanan di wilayah Yahukimo dengan segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui aktivitas yang mencurigakan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Dukungan masyarakat sangat penting dalam membantu aparat menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Papua,” ujarnya.
Saat ini aparat masih melakukan pengembangan lebih lanjut guna mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (Eka)