YPMAK Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program Kampung di Tiwaka
Papua60detik - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus melakukan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung.
Melalui Program Kampung, YPMAK melakukan sosialisasi sekaligus membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Tahun 2026 di Jalan Tituka, Kampung Tiwaka, Distrik Mimika Timur Tengah, Kabupaten Mimika, Selasa 10 Maret 2026.
Tim Program Pemberdayaan YPMAK yang hadir antara lain Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar, Julius Cenawatme dan Dwi Iksan Kanang, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mekanisme program kampung sekaligus pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjalankan kegiatan.
Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang menjelaskan bahwa Program Kampung bertujuan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga di tingkat kampung. YPMAK mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi di wilayah kampung.
"Di setiap kampung kami selalu sampaikan bahwa masyarakat harus bekerja terlebih dahulu, baru kemudian menerima upah dari pekerjaan tersebut. Tujuannya agar kegiatan berjalan dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan bersama," ujarnya.
Adapun masa kerja Pokja Program Kampung tahun 2026 berlangsung selama delapan bulan. Karena itu, setiap kegiatan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) disampaikan tepat waktu.
Pokja juga diminta untuk membuat papan informasi kegiatan di lokasi kerja agar masyarakat dapat mengetahui jenis kegiatan yang dilakukan serta penggunaan anggaran secara terbuka.
Iksan menegaskan, setiap kegiatan harus ada papan informasi yang menjelaskan pekerjaan apa yang dilakukan dan berapa dana yang digunakan, sehingga masyarakat bisa mengetahui secara jelas.
Setiap Pokja kampung akan memperoleh anggaran sebesar Rp300 juta. Dari jumlah tersebut, Rp240 juta dialokasikan untuk program kegiatan masyarakat, sementara Rp60 juta digunakan untuk operasional.
"Dana tersebut harus dikelola secara bertanggung jawab. Jika ditemukan penyalahgunaan dana atau kegiatan tidak berjalan sesuai rencana, maka program bisa dihentikan, pungkasnya. YPMAK juga akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan program berjalan dengan baik.
Sekretaris Kampung Tiwaka Apolos Ikikitaro turut menyampaikan laporan penggunaan dana Program Kampung tahun sebelumnya. Ia menjelaskan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain pengadaan tiga unit motor Johnson, dua unit perahu kecil, 50 buah jaring, 50 perangkap kepiting serta pengadaan papan tripleks untuk kebutuhan gereja.
"Semua pekerjaan yang dilakukan telah disesuaikan dengan rencana anggaran biaya yang disepakati bersama," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Tiwaka Julianus Amatimukata menyampaikan apresiasi kepada YPMAK atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat melalui program tersebut. Menurutnya, program kampung memberikan manfaat nyata karena masyarakat dapat bekerja sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.
“Kami sangat senang karena masyarakat bisa bekerja bersama membangun kampung dan mendapatkan upah dari pekerjaan yang dilakukan,” katanya.
Pembentukan Pokja ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat di Kampung Tiwaka, sekaligus memastikan program kampung dengan anggaran Rp300 juta dapat berjalan secara transparan, partisipatif, dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Melalui musyawarah bersama aparat kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan dan pemuda, akhirnya disepakati susunan pengurus Pokja Kampung Tiwaka Tahun 2026 yakni Ketua Pokja Apolos R. Ikikitaro, Sekretaris Lirbanus Emeyau, Bendahara Klasina Mipitapo, serta anggota Yosafat Emeyau dan Beni Moyau. (Martha)