67 Pelajar Kota Sorong Penerima Beasiswa ADik Kuliah di 36 Perguruan Tinggi
Papua60detik - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sorong menyebut sebanyak 67 siswa asal Kota Sorong dinyatakan lolos Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026 dan akan melanjutkan studi di 36 perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Disdikbud Kota Sorong, Yuliana Kirihio mengatakan jumlah penerima beasiswa ADik tahun ini menjadi yang tertinggi sepanjang pelaksanaan program tersebut di Kota Sorong.
Baca Juga: Dinkes Mimika Monev ke Kokonao
"Pada 2026 ini Kota Sorong memperoleh kuota sebanyak 67 mahasiswa. Mayoritas penerima merupakan orang asli Papua (OAP)," jelasnya, Jumat (26/6/2026) seperti dikutip dari ANTARA.
Menurut dia, jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya belasan orang, bahkan tertinggi sebelumnya sekitar 20-an orang.
Peningkatan kuota tersebut, kata dia, menjadi capaian penting karena Kota Sorong menjadi daerah dengan jumlah penerima beasiswa ADik terbanyak di Papua pada tahun ini.
Ia mengatakan, peningkatan kuota itu merupakan hasil upaya Pemerintah Kota Sorong yang terus mendorong perluasan akses pendidikan, tidak hanya melalui program sekolah gratis pada jenjang dasar dan menengah, tetapi juga hingga pendidikan tinggi.
"Ini merupakan prestasi yang diukir oleh Bapak Wali Kota. Beliau memperjuangkan agar kuota Kota Sorong dapat ditambah dan tahun ini terbukti meningkat menjadi 67 orang," ujarnya.
Yuliana menjelaskan para penerima beasiswa diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Udayana.
Menurut dia, keberhasilan siswa-siswi Kota Sorong menembus perguruan tinggi unggulan menjadi bukti meningkatnya kualitas pendidikan di daerah tersebut.
"Sebanyak 67 mahasiswa ini akan tersebar di 36 perguruan tinggi di Indonesia. Ini menunjukkan anak-anak Papua mampu bersaing dan diterima di kampus-kampus terbaik," katanya.
Ia menambahkan Program Beasiswa ADik diperuntukkan bagi mahasiswa asal Papua yang melanjutkan pendidikan tinggi di luar wilayah Papua.
Karena itu, lulusan yang memilih perguruan tinggi di Papua belum dapat mengikuti program tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Dia juga mengimbau seluruh penerima beasiswa agar segera melaporkan diri ke kantor dinas agar proses pendataan dan pemenuhan persyaratan administrasi dapat diselesaikan sebelum keberangkatan ke perguruan tinggi masing-masing.
Selain itu, Yuliana meminta para penerima memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
"Kami berharap anak-anak dapat menjaga prestasi dan lulus sesuai masa studi sehingga manfaat beasiswa ini benar-benar dirasakan, baik oleh mahasiswa maupun orang tua," harapnya. (Redaksi)