BNNK Mimika Sebut Pengguna Sinte Meningkat di Kalangan Pelajar
Papua60detik - Plt Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika, Ruslan Awumbas menyebut tren penyalahgunaan narkotika sudah banyak terjadi di kalangan pelajar.
Salah satu jenis yang kini marak digunakan para pelajar adalah jenis tembakau sintetis atau sinte yang masuk dalam narkotika golongan I.
Sementara, narkotika jenis sabu, mayoritas penggunanya berasal dari kalangan usia produktif atau orang dewasa.
Menurutnya, pelajar SMP dan SMA merupakan kelompok yang paling rentan karena masih memiliki rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Selain itu, media sosial kini menjadi salah satu jalur transaksi yang paling banyak dimanfaatkan oleh para pelaku.
"Rata-rata pengguna, sudah pasti tahu pengedar dan mereka membeli. Jika ada teman-temannya yang percaya sama dia, apalagi teman sebaya, pasti dia akan dapat mempengaruhi temannya yang lain. Tingkat SMP, SMA itu, mereka paling rawan terhadap narkotika akibat ingin coba-coba," ujar Ruslan saat diwawancarai, Sabtu (27/06/2026).
Sepanjang tahun 2026, BNNK Mimika telah menangani sekitar 16 kasus penyalahgunaan narkotika. Seluruh pengguna yang ditangani saat ini sedang menjalani proses rehabilitasi.
Ruslan mengatakan, dari berbagai kasus yang ditangani, penyalahgunaan narkotika umumnya dipengaruhi oleh kondisi keluarga yang tidak harmonis. Selain itu, uang saku yang berlebihan kepada anak juga dinilai berpotensi disalahgunakan untuk membeli narkotika.
Ia mengungkapkan bahwa para produsen narkotika terus menyesuaikan produknya dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan memanfaatkan rokok maupun vape sebagai media. Apalagi, vape kini menjadi tren di kalangan anak muda. Selain itu, sistem pengiriman paket turut menyulitkan proses deteksi dan pengawasan.
"Jadi produsen narkota ini juga pintar, dia menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Karena dia tahu vape ini banyak dipakai anak-anak muda, sehingga dia akalilah dan dimasukkan ke situ," terangnya.
Ia menyebut, ada berbagai alasan seseorang menggunakan narkotika. Orang dewasa umumnya menggunakan alasan agar tetap kuat bekerja. Sementara itu, pelajar lebih banyak mengonsumsi sinte karena efek halusinasi yang ditimbulkan.
"Ada yang beralasan untuk menenangkan pikiran atau meningkatkan semangat kerja. Misalnya, mereka begadang dua atau tiga malam tidak tidur, tetapi setelah mengkinsumsi misalnya dokpim, mereka tetap bisa bekerja," pungkasnya. (Martha)