Hingga Mei 2026, Sudah 61.735 Warga Mimika Terinfeksi Malaria
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, foto: Martha/Papua60detik
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin menyebut, dinas menargetkan 2 juta tes malaria pada tahun 2026. Target ini meningkat dua kali lipat dari tahun 2025. 

Pada tahun lalu, Dinkes berhasil testing melampaui target yaitu 1.299.815 kali pemeriksaan, angka malaria yang ditemukan sebanyak 190.597 dan positivity ratenya 14,07 persen. Sementara tahun 2026, hingga bulan Mei, Dinkes sudah melakukan testing 450.193 kali, angka malaria yang ditemukan 61.735 dan positivity rate 13,7 persen.

Kejar target, Dinkes menjalankan program percepatan testing di 10 puskesmas di wilayah kota. Misalnya di Puskesmas Timika, ada 50 tim yang turun setiap hari. Satu tim menargetkan 100 tes per hari. Artinya, jika seluruh tim bergerak, maka sekitar 5.000 orang diperiksa setiap hari.

"Mereka akan bekerja selama 7 hari. Maksimal 14 hari selama sebulan. Jadi kalau Puskesmas Timika itu sekitar 35 ribu sebulan yang harus mereka testing. Begitu juga Puskesmas lain. Satu tahun kita diberi target dua juta. Ini sudah bulan Mei, kita masih banyak PR-nya," ujar Kamaludin saat diwawancarai, Kamis (11/06/2026). 

Upaya lainnya adalah, setiap Pustu diminta testing di kampung masing-masing. Termasuk pemeriksaan massal interval dua minggu. Kamaludin berharap, upaya ini bisa mencapai target.

Ia membeberkan kendala yang masih dihadapi hingga susahnya menekan angka malaria. Beberapa di antaranya adalah Mimika merupakan daerah yang curah hujannya tinggi dengan kultur yang rata menyebabkan banyak genangan. 

Selain itu, masyarakat juga masih banyak yang keluar malam memakai baju pendek serta kurangnya kesadaran menghabiskan obat dan menggunakan kelambu. 

"Untuk mempercepat, semua sektor harus simultan dan bekerja terus menerus. Kalau misalnya dari sisi kesehatan, kita sudah berupaya mempercepat tes, tetapi kalau nyamuknya masih ada? Jadi banyak penyebabnya, ada faktor lingkungan dan masyarakat juga harus proaktif," pungkasnya. (Martha)