Sopir di Yahukimo Tewas Dianiaya, Pelaku Diduga KKB
TKP penganiayaan Jalan Poros Logpon Kilometer 4, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa (14/10/2025) malam. Foto: Satgas Damai Cartenz.
TKP penganiayaan Jalan Poros Logpon Kilometer 4, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa (14/10/2025) malam. Foto: Satgas Damai Cartenz.

Papua60detik - Seorang pria bernama Bahar bin Saleh meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan berat di halaman Gereja GIDI Siloam, Jalan Poros Logpon Kilometer 4, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa (14/10/2025) malam. 

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan korban merupakan sopir asal Makassar.

Korban diserang oleh orang tak dikenal (OTK) sesaat setelah tiba di halaman gereja.

“Korban tiba-tiba diserang dari arah jalan masuk. Meski sempat berusaha melarikan diri ke area dalam gereja, pelaku tetap mengejar dan melakukan penikaman berulang hingga korban tersungkur,” ujar Faizal. 

Katanya, kepala suku setempat sempat mencoba menghentikan pelaku dengan berteriak, “Jangan, saya kepala suku", namun pelaku tetap melanjutkan serangannya.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Dekai, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk parah di bagian perut, dada, dan kepala.

Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Yahukimo menuju lokasi melakukan pengejaran, penyisiran, serta pengamanan area sekitar gereja.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga mengatakan, hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa pelaku penikaman diduga bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengaku dirinya Kodap XVI Yahukimo, yang selama ini aktif melakukan aksinya di wilayah Jalan Poros Logpon KM 4.

Korban katanya turut membantu persiapan peresmian Gereja GIDI Siloam yang dijadwalkan berlangsung Selasa kemarin. Namun akibat peristiwa tragis tersebut, kegiatan peresmian terpaksa ditunda.

Pihak kepolisian menyebut insiden ini menjadi bukti nyata kekejaman kelompok KKB, yang terus menebar aksi kejahatan bersenjata tanpa pandang bulu, termasuk di fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah. (Eka)