Tak Mesti Jadi ASN, Wagub Papua Tengah Dorong Anak Muda Papua Berani Berwirusaha
Papua60detik - Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley mengingatkan generasi muda Papua Tengah tidak bersikap pasif dan hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi daerah. Anak muda Papua harus berani mengambil peluang usaha dan terlibat langsung sebagai pelaku ekonomi.
Deinas mengatakan Pemprov sejak awal telah meletakkan fondasi pembangunan yang berpihak pada orang asli Papua. Fokus utama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, kata dia, adalah menyiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu membangun daerahnya sendiri.
“Papua Tengah ini harus dibangun oleh anak-anak negeri sendiri. Kalau kita hanya diam, ekonomi tidak akan bergerak dan peluang akan diambil oleh orang lain,” katanya pada pembukaan talk show dan ramah tamah Kadin Papua Tengah di Nabire, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, Kadin Papua Tengah memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Kadin diharapkan tidak hanya bergerak di tingkat provinsi dan kabupaten, tetapi juga menjangkau distrik hingga desa, agar potensi ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman dapat dihimpun dan dikembangkan secara merata,” pesannya.
Deinas menilai, selama ini banyak masyarakat Papua hanya menjadi penonton karena minimnya keberanian dan ruang untuk terlibat. Dengan hadirnya provinsi baru, sudah saatnya anak-anak daerah mengambil peran sebagai pengusaha dan pelaku ekonomi kreatif.
“Kalau ketua-ketua organisasi dan anak-anak muda hanya lipat tangan, mau bicara sebanyak apa pun, ekonomi tidak akan jalan. Kuncinya ada pada keberanian untuk bergerak,” ujar Geley.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengajak para mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi Papua Tengah untuk tidak terpaku pada keinginan menjadi pegawai negeri. Ia mendorong generasi muda agar berani terjun ke dunia usaha sebagai jalan membangun kemandirian ekonomi.
“Kalau kita sadar dan mau bergerak, ekonomi ini pasti hidup. Tapi kalau tidak ada kesadaran dan kemauan, maka kekayaan daerah ini akan dibawa pergi orang lain,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengusaha lokal, organisasi, dan pihak luar. Namun, menurutnya, inisiatif dan keberanian harus datang lebih dulu dari anak-anak Papua Tengah sendiri agar pembangunan ekonomi benar-benar berpihak kepada masyarakat di akar rumput. (Elia Douw)