Tingkatkan Layanan Balita Dinkes Mimika Perkuat MTBS
Papua60detik - Dinas Kesehatan mengadakan pertemuan penguatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), Selasa (09/06/2026).
Kegiatan ini diikuti 70 peserta, terdiri dari dokter dan penanggung jawab MTBS dari 26 Puskesmas, dokter klinik dari Klinik Bersalin Julia, Klinik Aisah Care, Klinik Pemda Utikini Baru, Klinik Pomako, Klinik Wangirja, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Mimika, Nelly Siburian, menjelaskan MTBS merupakan pendekatan terintegrasi yang direkomendasikan WHO dan Kementerian Kesehatan untuk menangani balita sakit secara menyeluruh, termasuk penilaian gejala, status gizi, imunisasi, dan konseling pemberian makan.
Namun, hingga saat ini masih ditemukan kendala di lapangan. Sebagian FKTP (Puskesmas,Puskesmas Pembantu, dan Klinik) belum menerapkan pendekatan MTBS secara menyeluruh dalam tata laksana balita sakit.
"Sebagian layanan masih dilakukan berdasarkan gejala secara terpisah, sehingga berisiko tidak terdeteksinya tanda bahaya pada balita, keterlambatan rujukan kasus serius seperti pneumonia, diare berat, dan gizi buruk, serta belum optimalnya kualitas data pelayanan kesehatan anak," ujar Nelly saat diwawnacarai,
Dinas Kesehatan Mimika menargetkan peningkatan pemahaman tenaga kesehatan, penyamaan standar diagnosis dan tata laksana balita sakit, validasi data program bayi baru lahir, serta penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) dari setiap FKTP untuk penerapan MTBS secara konsisten.
Nelly berharap, pasca pertemuan ini terbentuk kesepahaman bersama antara dokter, bidan, dan perawat dalam penerapan algoritma MTBS, serta tersusunnya daftar FKTP beserta kendala implementasinya sebagai dasar perbaikan program ke depan.
"Pertemuan ini juga nantinya bisa menyegarkan kembali pemahaman dokter dan penanggung jawab tentang algoritma standar MTBS dan skrining bayi baru lahir, serta melakukan validasi data dan evaluasi capaian program pelayanan kesehatan bayi baru lahir tahun 2026," pungkasnya. (Martha)