Dampak Kemarau, Sebagian Warga Nabire Mulai Kesulitan Air Bersih
Papua60detik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga dan fasilitas umum yang terdampak kemarau panjang melalui Perumda Air Minum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, mengatakan distribusi air bersih dilakukan menggunakan armada mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama di wilayah perkotaan selama pasokan air mengalami penurunan.
"BPBD sudah melakukan pelayanan pendistribusian air bagi masyarakat dan fasilitas umum atau sekolah yang terdampak kesulitan air bersih," katanya, Senin (10/8/2026) seperti dilansir ANTARA.
Ia mengatakan, tingginya dampak El Nino harus diantisipasi masyarakat dengan mengatur penggunaan air secara lebih efisien, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan kebutuhan utama keluarga.
Ia mengimbau warga mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak selama kondisi kekurangan air masih berlangsung.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menghemat air dan menggunakannya seefisien mungkin untuk kebutuhan prioritas," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Perumda Air Minum dan BPBD untuk memastikan pelayanan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selain menghadapi keterbatasan air, ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, lingkungan, dan permukiman selama kondisi kering.
Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api puntung tersebut benar-benar mati sebelum dibuang.
Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah secara sembarangan. Apabila pembakaran harus dilakukan, warga diminta tetap mengawasi hingga api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Prakirawan BMKG Nabire Yunus Geddy mengatakan kondisi kekeringan di Nabire dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan hujan lokal semakin jarang meskipun wilayah Nabire memiliki faktor topografi yang biasanya mendukung terbentuknya hujan.
Ia menyebut kondisi pada 2026 menjadi yang terburuk jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Curah hujan pada Juli 2025 tercatat sekitar 150 milimeter, sedangkan pada Juli 2026 turun menjadi hanya 52,6 milimeter.
Selain penurunan curah hujan, suhu udara di Nabire juga meningkat. Suhu tertinggi mencapai 34,3 derajat Celsius dengan suhu rata-rata bulanan sekitar 27,5 derajat celsius.
Yunus mengatakan pengaruh El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun dengan intensitas yang dapat berada pada kategori lemah hingga kuat.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah dan masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak kekeringan, khususnya terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran. (Redaksi)