Lenis Kogoya Minta TPNPB Hentikan Ancaman & Kekerasan Terhadap Warga Sipil
Tangkapan layar-Stafsus Menhan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Lenis Kogoya dalam siniar BGN Talks yang diikuti di Jakarta, Senin (25/8/2025). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Tangkapan layar-Stafsus Menhan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Lenis Kogoya dalam siniar BGN Talks yang diikuti di Jakarta, Senin (25/8/2025). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Papua60detik - Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Lenis Kogoya meminta TPNPB-OPM menghentikan aksi kekerasan dan ancaman terhadap masyarakat sipil di Papua.

Lenis mengatakan seruannya itu menyusul sejumlah aksi kekerasan dan ancaman terhadap warga sipil di Papua.

"Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati warga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026) seperti dilansir ANTARA.

Lenis mengatakan TPNPB kini mengancam masyarakat dan jajaran pemerintah daerah agar tidak mengikuti perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lenis kemudian menyampaikan seruan yang ditujukan kepada kelompok TPNPB, termasuk juru bicaranya Sebby Sambom.

Ia meminta TPNPB menghentikan penyebaran informasi yang bernada ancaman terhadap masyarakat sipil dan pemerintah daerah.

Lenis meminta TPNPB tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI serta menghentikan kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap masyarakat sipil.

Kepada masyarakat di Papua, ia mengimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi mengenai ancaman yang belum terverifikasi.

Lenis mengatakan pemerintah bersama tokoh masyarakat dan adat berupaya menjaga keamanan agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan. (Redaksi)